Kantor Pusat Mercedes-Benz Beijing (Lixingxing Center), dirancang oleh arsitek Jepang yang terkenal secara internasional, Kengo Kuma, mengambil inspirasi dari bentuk arsitektur tradisional "Sanheyuan" (rumah halaman) Beijing. Desain ini secara cerdik memadukan karakteristik budaya dan geografis Tiongkok tradisional dengan dinamisme dan ketenangan ruang perkotaan modern. Di dalam gedung, hidup berdampingan antara semangat perkotaan dan suasana alam menciptakan pengalaman unik "hidup terpencil di dunia yang ramai."
Sebagai landmark khas di pusat kota Beijing, Lixingxing Center tidak hanya unggul dalam desain eksteriornya yang mencolok tetapi juga perhatiannya yang cermat terhadap detail interior. Masukan pelanggan menunjukkan adanya perubahan persepsi yang signifikan: sebelumnya, toilet dipandang sebagai ruang fungsional yang orang-orang buru-buru meninggalkannya setelah digunakan. Namun kini, aroma harum menyapa pengunjung bahkan sebelum masuk. Banyak orang yang senang memejamkan mata untuk menikmati aroma segar sambil menata riasan atau pakaian di depan cermin. Toilet telah berevolusi dari sekadar ruang utilitarian menjadi ruang yang menawarkan pengalaman nyaman dan menyenangkan.
Berbeda dengan indera lainnya, indera penciuman langsung mengakses korteks serebral—pusat kognitif tertinggi di otak. Rangsangan visual atau pendengaran sering kali cepat terlupakan, namun aroma tertentu dapat memicu asosiasi yang jelas dengan pemandangan dan individu di masa lalu. Melalui pemasaran penciuman, Kantor Pusat Mercedes-Benz Beijing (Lixingxing Center) telah membuka potensi bisnis yang belum dimanfaatkan. Dengan memungkinkan wewangian mewujudkan identitas merek dan menggunakan wewangian untuk memperpanjang ingatan pelanggan, inisiatif ini telah secara efektif meningkatkan keterlibatan merek dan nilai komersial.